Translate

Showing posts with label Tentang Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Tentang Tuhan. Show all posts

Thursday, 5 July 2012

Mengapa Partikel Tuhan Bisa Ditemukan

Para ilmuwan di Eropa telah mengumumkan penemuan Partikel Tuhan, partikel yang telah diteliti selama bertahun-tahun dan yang diyakini bisa menjelaskan proses terbentuknya alam semesta. Tetapi apa sebenarnya yang disebut Partikel Tuhan atau yang disebut juga Partikel Higgs Boson itu?

Peter Higgs : Ilmuwan yang menemukan Partikel Tuhan

Pada awalnya

Lebih dari 50 tahun lalu fisikawan Peter Higgs dan lima rekannya mengajukan teori tentang sebuah medan tidak terlihat yang membentang di sepanjang alam semesta dan memberikan masa kepada partikel-partikel, membuat mereka menyatu, dan mulai membentuk bintang serta planet.

Menurut teori yang diajukan pada tahun 1964 oleh Higgs medan itu berinteraksi dengan partikel-partikel kecil untuk membentuk atom, memberi mereka masa sehingga tidak melesat di angkasa dengan kecepatan cahaya.

Higgs meramalkan bahwa medan itu sebenarnya mempunyai sebuah partikel penanda. Jika berhasil menemukan partikel itu maka keberadaan medan itu bisa dibuktikan.

Tetapi dalam setengah abad berikutnya tidak ada yang bisa membuktikan keberadaan medan yang belakangan disebut Medan Higgs itu, sampai para ilmuwan di Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) mengumunkan hasil temuannya Rabu.

Mengapa partikel itu penting

Partikel tersebut adalah sebagai sumber masa - ini sesuatu yang menahan sebuah objek untuk bergerak - telah lama didebatkan dalam ilmu fisika.

Lebih jauh lagi penemuan Partikel Tuhan atau Higgs Boson akan bisa menjelaskan teori Model Standar dalam fisika, teori yang dikemukakan pada tahun 1973 yang mengklaim bahwa alam semesta tercipta dari 12 partikel, yang menjadi sumber dan dasar dari semua benda di alam semesta.

Mengapa disebut Higgs Boson

Nama Higgs diambil dari nama Peter Higgs, yang kini berusia 83 tahun, yang pertama kali mengemukakan teori tentang medan tak terlihat dan Partikel Tuhan itu.

Sementara Boson adalah partikel non-benda yang bekerja sebagai pembawa gaya atau pembawa pesan yang bergerak di antara partikel benda.

Interaksi dari partikel benda dan non-benda itu menghasilkan tiga gaya utama - gaya kuat, lemah, dan gaya elektromagnetik. Terdapat gaya keempat, yakni gaya gravitasi. Gaya gravitasi adalah misteri tersendiri karena hingga kini pemicunya masih dicari dan diduga disebabkan oleh boson yang disebut graviton.

Bagaimana partikel itu ditemukan

Untuk menemukan partikel itu dan menentukan karakternya para ilmuwan harus memecah proton di dalam Large Hadron Collider, mesin penumbuk partikel yang bekerja dengan kecepatan hampir manyamai kecepatan cahaya dan berlokasi di perbatasan Swiss dan Prancis.

Nah, dari keping-keping partikel-partikel proton yang dipecahkan dalam mesin yang dibangun oleh Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) itu para ahli akan berusaha mencari apa yang disebut "Partikel Tuhan" atau "Higgs Boson" itu.

Tumbukan yang terjadi di dalam mesin itu menghasilkan suhu yang 100.000 kali lebih panas dari Matahari, mengulang apa yang terjadi saat "Big Bang" atau Ledakan Besar yang diduga berlangsung 14 miliar tahun lalu.

Mengapa disebut Partikel Tuhan

Partikel Higgs disebut partikel Tuhan karena seperti Tuhan partikel itu sangat kuat, berada di mana-mana tetapi sukar ditemukan.

Faktanya asal nama itu tidak sebegitu puitis. Nama itu berasal sebuah buku karya fisikawan Leon Laderman yang ketika masih dalam bentuk draft diberi judul "The Goddamn Particle", untuk menjelaskan betapa susahnya menemukan partikel Higgs itu.


Sumber : AFP. CERN


Para Ilmuwan Telah Menemukan Tuhan

Penellitian yang baru-baru ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) cukup mengejutkan. Mereka telah menemukan Higgs Boson atau lebih dikenal dengan Partikel Tuhan merupakan partikel hipotesis yang mengisi massa menjadi materi. Partikel itu dianggap sangat penting, sebab dianggap bisa melengkapi bahkan menyempurnakan teori alam semesta yang diperkenalkan Albert Einstein.


Berdasarkan teori tersebut, Higgs Boson merupakan perantara yang kemungkinan membuat bintang, planet, dan kehidupan menjadi mungkin, dengan memberi massa untuk sejumlah partikel dasar. Ini juga dasar yang menyebut Higgs Boson disebut Partikel Tuhan.

Teori itu sendiri merupakan salah satu teori yang paling sukses di dunia fisika meski mempunyai sejumlah kelemahan. Salah satunya kelemahan terbesarnya karena tidak bisa menjelaskan mengapa sejumlah partikel mempunyai masa sedangkan yang lain, semisal cahaya, tidak.

Higgs Boson adalah partikel misterius yang selama ini hanya eksis dalam teori. Pencarian Higgs Boson berguna untuk mensahihkan Standar Model Fisika Partikel, terutama menerangkan mengapa suatu partikel memiliki massa dan yang lain tidak.

Diketahui, pada masa awal semesta, tepatnya setelah Big Bang, semua partikel tidak memiliki massa. lalu pada saat semesta mendingin, gaya yang disebut medan Higgs terbentuk bersama Higgs Boson. Interaksi dengan Higgs Boson menentukan apakah partikel akan memiliki massa. Diajukan oleh Higgs dan sejumlah ilmuwan lain, Boson itu diyakini terdapat dalam sebuah medan tidak terlihat, yang ada di semua tempat, dan diciptakan oleh Big Bang pada sekitar 14 miliar tahun silam.

Menurut teori itu partikel-partikel yang melewati medan Higgs akan melambat karena "menerima masa". Sebaliknya partikel lain, seperti cahaya, bisa melesat tanpa halangan.



Sumber : Sains. Kompas


Monday, 25 June 2012

Hubungan Tuhan Dengan Alam

Manusia secara naluriah percaya adanya Tuhan sebagai zat maha kuasa yang mengatur alam semesta. Petir misalnya, disebabkan oleh amarah Tuhan tertentu. Terjadinya tsunami dimaknai sebagai tindakan yang dilakukan Tuhan untuk memperingatkan umat tertentu agar tidak berbuat dosa. Bayi yang lahir dengan kondisi cacat dipandang sebagai hukuman Tuhan pada orang tuanya. Asosiasi antara gejala alam dan Tuhan sangat erat dari dahulu.

Asal usul keyakinan pada Tuhan tampaknya dari usaha menjelaskan pengalaman manusia tentang hal-hal baru dan peristiwa-peristiwa yang diluar kebiasaan alam (bencana alam misalnya). Tuhan ada sebagai pengisi celah atas hal-hal tersisih dan abnormal di alam. Kemunculan Tuhan diawali dengan usaha menjelaskan ketidakteraturan dan kejadian yang bersifat kebetulan.

Karena Tuhan dikonsepsikan oleh manusia dan ketika dipercaya oleh mayoritas orang dalam masyarakat, maka masuklah konsepsi Tuhan ke dalam politik. Dari sini lahirlah magi, sebuah usaha untuk menggunakan “Tuhan” untuk meraih kekuasaan. Dengan adanya magi, manusia merasa mampu memanipulasi alam. Durkheim mencontohkan ritus-ritus seperti merubah arah angin, memaksa turunnya hujan, atau bahkan menghentikan gerak matahari. Dari magi inipun berkembanglah agama dimana Tuhan dan hukum disatukan untuk memberikan rasa aman dan menghubungkan manusia dengan kekuatan di luar alam. Hal ini mungkin datang dari kesadaran kalau manusia sendirian tidak mampu menghadapi alam. Mereka membutuhkan agen yang mengatasi alam tersebut. Dengan adanya agen ini, Tuhan, manusia yang beriman mampu menciptakan mukjizat. Mukjizat para nabi misalnya, pada dasarnya merupakan gambaran superioritas manusia untuk menghadapi alam yang dipandang begitu kuat. Dengan adanya personifikasi pada alam, muncul gagasan untuk menyatukan keseluruhannya ke dalam sebuah semesta. Pada gilirannya membawa pada agama-agama besar yang lebih universal dalam memandang alam dan membawa pada konsepsi monoteisme.

Seiring berjalannya waktu, orang mulai merasa tidak puas dengan penjelasan Tuhan, apalagi bila penjelasan tersebut erat kaitannya dengan kekuasaan. Suatu gejala alam tampaknya terjadi begitu saja dan selalu begitu. Sebagai contoh, Aristoteles bicara kalau batu selalu jatuh ke bawah ketika dilempar. Ada sebuah aturan yang tidak dapat dilanggar walau bagaimanapun di alam ini. Dengan asumsi yang disebut determinisme ini, orang mulai mencari penjelasan hukum atau mekanisme alam, sebuah penjelasan yang tidak lagi memerlukan agen Tuhan sebagai penyebab peristiwa alam tersebut terjadi. Hal ini diperkuat lagi mengenai isu keadilan dan kejahatan yang muncul dari para pemikir ketika dihadapkan dengan argumen sebab Tuhan.


Tuesday, 5 June 2012

Tuhan Tidak Lebih Nyata Daripada Kentut

Sudah saya duga, pastinya anda bertanya, apa maksudnya judul postingan di atas ? Jangan anda terburu-buru untuk menyimpukan. Alangkah lebih baiknya anda selesaikan terlebih dahulu membaca kelanjutan tulisannya.

Ribuan tahun lalu, Epicurus seorang filosof dari Yunani pernah mengemukakan pendapat terkenal yang mempertanyakan tentang  kekuasaan Tuhan.
Sampai sekarang potongan dari pemikirannya itu masih sering dikutip oleh banyak orang, tidak terkecuali oleh mereka yang awam filsafat seperti saya sekalipun. Berikut adalah cuplikannya :

“Tuhan mau menghapuskan kejahatan, tetapi tidak mampu. Mampu, tetapi tidak mau atau ia tidak mampu dan tidak mau.

Jikalau ia mau, tetapi tidak mampu, berarti ia lemah, hal yang tidak mungkin terjadi pada Tuhan. Jika ia mampu tapi tidak mau, berarti dia jahat. Jika tidak mau dan juga tidak mampu berarti ia jahat dan juga sekaligus lemah. Jadi satu satunya hipotesis yang paling tepat adalah dia mau dan mampu.

Namun kalau Tuhan mau dan mampu, dari mana kejahatan itu berasal? Kalau mampu mengapa Tuhan tidak menghapuskannya?”. Epicurus

Tentu saja, pertanyaan dan logika pemikir dari Epicurus tergolong kurang ajar  dan berani pada masa itu.  Dari catatan di masa Epicurus dan sampai sekarang, pertanyaan tentang Tuhan ini selalu memunculkan kontroversi dan perdebatan sengit:

“Benarkah Tuhan itu ada, bagaimana membuktikannya ada, siapa yang menciptakan Tuhan dan berbagai pertanyaan rusuh lainnya”

Berbagai analogi jawaban menarik dikemukakan. Analogi tukang cukur, analogi tikus dan jebakan, dll (baca juga disini). Intinya adalah mencoba menjelaskan bahwa  segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang membuatnya yaitu Tuhan.

Tuhan dan Teori Kentut

Apa ada sih Teori Kentut itu ? Ngacau saja tulisan ini !
Menurut saya Tuhan memiliki banyak persamaan dengan kentut.  Perbandingan yang menurut anda tentu saja sangat keterlaluan. Tapi sebelum berkomentar, ada baiknya dibaca dulu penjelasan ringkasannya.

Tuhan ADA tapi tidak terlihat, Kentut juga.  Tuhan, tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan kehadiriannnya. Kentut juga. Namun jelas ketut tidak sama dengan  Tuhan bukan? Alasannya karena kentut keberadaannya adalah sangat jelas, dari suara atau bau. Kentut juga juga jelas sumber keluarnya yaitu lewat lubang, sedangkan Tuhan adalah serba TIDAK JELAS !

Lho, apanya yang tidak jelas? Bukankah keberadaan dan sumber Tuhan adalah jelas? Kalau anda berpendapat seperti di atas, “Keberadaan Tuhan adalah jelas, nyata dan ada” berarti anda sama bodohnya dengan saya, telah terjebak oleh jawaban anda sendiri.

Tuhan haruslah tidak jelas ! Kalau jelas berarti bukan Tuhan tapi Kentut !

Sudah sangat sering kita mendengar seseorang berkata: “Saya sangat yakin Tuhan itu ada. Saya tidak melihatnya tapi bisa measakannya dengan sangat jelas”.  Bahkan ada juga yang sampai sampai mengaku bisa mendengar suara Tuhan. ” Ah, kentut kali !”

Orang yang bijak berkata “Tuhan ada di hati”.  Nah, ucapan orang bijak inipun membuat  keberadaan  Tuhan menjadi semakin tidak jelas. Perberdebatan tentang Tuhan tampaknya tidak lebih jelas dari pada kentut.

Tapi sudah lah. kalau anda sudah merasa mual karena baunya. Itu karena tulisan inipun tidak lebih hanya sekedar kentut.



Monday, 4 June 2012

Merawat Tuhan Dengan Dongeng

Riwayat pembuktian keberadaan Tuhan berlalu sangat melelahkan dari masa-masa. Bermacam bentuk rasionalisasi dinyatakan untuk membuktikan perntanyaan tentang keberadaan Tuhan. Lalu apakah Tuhan sudah terbukti keberadaanya ? Berbagai cerita, dongeng dan analogi jawaban menarik dikemukakan. Ada analogi tukang jam, analogi tukang cukur, analogi rakit, analogi angin topan yang bertiup di rongsokan besi tua yang akhirnya membentuk pesawat terbang dll.
Intinya adalah mencoba menjelaskan bahwa  segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang membuatnya yaitu Tuhan.

Berikut ini adalah kisah-kisah analogi yang menjadi dongeng sebagai pembuktian keberadaan Tuhan, yang saya tulis kembali dari pembaca blog Belajar Saraf ini :

Tukang Cukur Dan Pelanggannya.
Tukang Cukur   : "Mas, sampeyan percaya nggak Tuhan itu ada"?
Pelanggan        : "Saya percaya Tuhan ada"
Tukang Cukur : "Kalau memang Tuhan ada kenapa Dia tidak mampu menyelesaikan itu lumpur lapindo, padahal sudah ribuan orang berdoa agar itu lumpur masuk lagi ke bumi. Dan menyelesaikan seabreg lagi masalah di negara kita".
Pelanggan        : "Itu adalah ujian dari Tuhan untuk manusia".
Tukang Cukur  : "sampeyan salah mas, itu adalah berarti Tuhan itu tidk nyata alias tidak ada".
Pelanggan terdiam. Beberapa menit kemudian lewat orang dekil dgn rambut panjang kusut sedada dan baju-celana compang-camping.
Pelanggan       : "Bang, tukang cukur ada banyak ya di negara kita"?
Tukang Cukur : "Sampeyan ngomong apa, ya jelas banyak toh, di sini saja pesaing saya ada puluhan, ini baru se RW sini".
Pelanggan      : "hehe...Abang enggak lihat itu orang compang-camping kok di biarin tidak diurus rambutnya? kenapa puluhan tukang cukur di sini tdk mampu selesaikann rambut itu orang, kasihan kan Bang? berarti tukang cukur tidak nyata donk" !
Tukang Cukur  : "lha...salah dia sndiri toh enggak nyamper ke sini".
Pelanggan      : "Insya Alloh sperti itu juga bang, Tuhan itu nyata. Kalau masih ada seabreg kasus menimpa manusia, jangan salahin Tuhan, manusianya yang tidak mendekat ke Tuhan".

Anak Tikus Dan Jebakan
Ada cerita si anak tikus bandel dia tidak peduli akan nasehat ibunya agar tidak masuk ke dalam sentreg (penjebak tikus). Tikus Kecil : bilang "mama, itu ada daging segar di situ, saya lapar". Mama : jangan nak, itu jebakan manusia. itu sentreg ada tutupnya, nanti kamu masuk, dagingnya ke goyang sedikit, kamu terjebak, maka akan muncul manusia membawa api dan pecut, kamu akan di siksa manusia pake api, di rebus di air panas, di tusuk-tusuk". Tikus Kecil : "mana mama? tidak ada manusia, ah mama bohong". Mama : "jangan nak, pasti nanti ada manusia". Tikus kecil itu masuk ke dalam sentreg dan persis terjadilah kenyataan apa yang di ceritakan mama-nya. Begitu juga dengan Tuhan. Dia itu ada namun manusia tidak mampu untuk melihatnya.

Ikan dan Pancing
Juga ada si ikan kecil nakal yang hendak memakan umpan cacing pada sebuah kali. Namun dia tidak mendengar kata-kata ibunya. Ibu : "jangan nak, jangan kau makan cacing itu, itu ada talinya tersambung ke darat, nanti kalau kamu makan itu cacing, kamu akan ditangkap manusia di darat, dia akan menusuk-nusuk kamu, memanggang kamu dan memakan kamu. Ikan Kecil : "ah, enggak ada kok ma". Ikan kecil bandel itu pun tetap memakan cacing itu. Dan dijumpai-lah manusia dengan pisau, bumbu dapur, arang bakar dan sambal. Dan dia pun mati terpanggang. Tuhan juga tidak bisa terlihat oleh manusia biasa. Dia ada dan hanya manusia tertentu saja yang mampu mengetahui keberadaanya.

Dan banyak lagi cerita-cerita lain yang bisa anda cari sendiri dalam situs atau buku-buku disekitar anda

Lalu apakah dengan semua cerita analogi tersebut membuktikan bahwa Tuhan benar-benar nyata ? Setelah anda membaca dan mendengar analogi tersebut, Tuhan bisa nampak didepan mata anda, anda bisa merabanya, anda bisa mendengar suaranya, anda bisa mecium aromanya ? Tidak sama sekali.

Cerita tersebut menjelaskan bahwa manusia memang tidak dapat menemukan rasionalisasi keberadaan Tuhan. Sehingga dibuatlah analogi-analogi tersebut yang diciptakan untuk menghibur nalarnya. Cerita-cerita tersebut terus-menerus diproduksi dan dirawat secara turun temurun. Sehingga menjadi sebuah kisah dongeng yang wajib diceritakan untuk me-ninabobo-kan anak-anak kecil yang nakal dan susah tidur.

Lalu dimanakah Tuhan ?
Tuhan tetaplah tidak nyata, kecuali dalam kisah-kisah dongeng pengantar tidur.



Monday, 21 May 2012

Inilah Tuhan-Nya Orang Indonesia

Anda bingung dengan judul diatas ?
Memangnya Tuhan itu macam-macam ya ? Kok ada Tuhan-nya orang Indonesia. Berarti ada Tuhan-nya orang Malaysia, orang Singapura, orang Inggris, orang Amerika, dll dong ?

Hem...kalau anda bingung itu berarti sama, karena saya-pun juga bingung.


Semestinya yang mempunyai otoritas untuk memberi hukum ini haram atau tidak, ini berdosa atau tidak sepenuhnya adalah wewenang Tuhan. Karena Tuhan pula yang punya hak untuk memberikan pahala atau dosa terhadap sesuatu yang dilakukan oleh menusia.

Tapi yang ada di Indonesia ini menurut saya ngawur. Karena yang menentukan haram dan tidaknya segala hal itu ternyata adalah MUI (Majelis Ulama Indonesia). Lihat saja baru-baru ini MUI memberikan pernyataan tentang konser Lady Gaga yang akan di gelar di Indonesia yang menurut MUI adalah hukumnya Haram.

Kenapa begitu sewenang-wenangnya lembaga MUI mengeluarkan fatwa-fatwa ini haram, itu haram, ini dosa, itu juga dosa ! Bukankah itu tidak berarti sama dengan Tuhan ? Memangnya yang memberikan pahala dan dosa pada orang-orang Indonesia itu adalah MUI ? Memangnya yang memasukkan seseorang ke Surga dan Neraka itu adalah MUI ?




Monday, 14 May 2012

Saya Bosan Menyembah Tuhan Ciptaan Saya Sendiri

Ketika saya gelisah,
Saya katakan Tuhan Maha Penenang
Ketika saya panik,
Saya katakan Tuhan Maha Penolong
Ketika saya miskin,
Saya katakan Tuhan Maha Kaya
Ketika saya kaya,
Saya katakan Tuhan Maha Pemurah

Ketika saya tidak tahu,
Saya katakan Tuhan Maha Tahu
Ketika saya dianiaya
Saya katakan Tuhan Maha Penolong
Begitulah seterusnya ….


Akhirnya saya sadar
Tuhan, adalah antidot atas segala keterbatasan saya
Tuhan, menjadi ada karena saya butuh Dia ada
Tuhan saya hadirkan ketika saya tak mampu lagi menjawab segala hal
Tuhan,adalah proyeksi impian ideal saya
Tuhan, adalah katarsis psikologis dalam diri saya
Dengan kata lain,
Tuhan adalah batas ketidakberdayaan saya

Akhirnya saya sadar
Ternyata ..
Tuhan hanya menurut perasaan saya
Tuhan hanya menurut pikiran saya
Tuhan hanya menurut imajinasi saya

Sedang Tuhan asli,
Hingga kini saya tak pernah tahu!


Saturday, 12 May 2012

Mengapa Tuhan Anda Tidak Adil.?

Tuhan yang saya yakini adalah Tuhan yang adil. Tuhan yang maha pengasih dan penyayang,Tuhan yang tidak pilih kasih,bukan Tuhan yang hanya mengakui salah satu umatNya saja..

Tuhan agama si Salim hanya mengakui kebenaran umat si Salim
Tuhan agama si Kristin hanya mengakui kebenaran umat si Kristin
Tuhan agama si Budi hanya mengakui kebenaran umat si Budi
Tuhan agama si Indi hanya mengakuikebenaran umat si Indi


Adakah Tuhan yang mengakui dan menyayangi semua umat agama?
Tuhan yang tidak menghukum pada umatNya yang lain hanya karena berbeda keyakinan? Dan memasukkanya ke dalam neraka jahanam sementara umat itu berprilaku baik dan terpuji? Yang dipertimbangkan Tuhan itu apa sih? Amal perbuatan manusia? Atau bagaimana cara menyembahNya?
Semua agama mengakui bahwa agama-nyalah yang paling benar karena mengajarkan kebaikan-kebaikan,setiap agama punya Tuhannya masing-masing. Padahal Tuhan cuma ada satu,jika ada diantara agama diatas yang dinyatakan paling benar,berarti agama yang lain dianggap tidak benar,kita sebut saja agama yang tidak benar ini adalah agama “abal-abal”

Di lingkungan manapun,dalam agama apapun manusia ada yang berperilaku baik dan buruk,Apakah Tuhan yang maha adil dan penyayang akan tetap menghukum dan memasukan kedalam neraka? Bagi manusia terpuji tapi dari umat abal-abal? Sementara perilakunya sama baiknya dengan umat dari agama yang paling benar ? Bahkan mungkin bisa saja lebih baik. Jika Tuhan memasukkanya kedalam neraka berarti Tuhan KEJAM telah berbuat tidak adil,jika Tuhan masih mempertimbangkan perbuatannya kemudian memasukkannya kedalam surga berarti semua umat agama SAMA SAJA…

Atau mungkin Tuhan mempertimbangkan kedua-duanya,umat abal-abal bukan umat Tuhan (tapi masih makhluk ciptaanNya) karena berprilaku terpuji maka dimasukanlah dia ke surga namun berbeda KELAS dengan kelompok umat paling benar,begitu juga bagi umat yang durhaka mereka akan masuk neraka berdasarkan kelasnya masing-masing tergantung dari umat mana mereka berasal.. Kok Tuhan PILIH KASIH?

Padahal semua makhluk yang diciptakan memililki pemahaman dan pemikiran yang berbeda-beda,sehingga apa yang mereka yakini apa yang mereka pahami otomatis juga berbeda.. kenapa Tuhan tidak bisa menerima perbedaan mereka? Kenapa mereka dibeda-bedakan? Bukankah apa yang mereka yakini apa yang mereka pahami menggunakan akal dan pikiran yang Engkau ciptakan? dan Engkau tahu bahwa hasil dari pemahaman dan pemikiran mereka akan berbeda-berebeda tergantung di lingkungan mana mereka dilahirkan dan bagaimana mereka dibesarkan? Bagaimana mereka bisa memilih mana yang paling benar sementara sejak lahir hanya diperkenalkan pada satu agama oleh orang tuanya? Dan kata orang tuanya:“Inilah agama yang paling benar”. Apakah mereka harus keluar masuk agama untuk mengetahui agama mana yang paling benar ? Bagaimana nasib mereka yang terlahir di lingkungan agama yang dianggap tidak benar tapi berkeyakinan benar dan berakhlak terpuji?

Apapun yang umat yakini,bagaimanapun cara umat memahami hingga menyembah dengan cara memeluk agama yang berbeda-beda…semua semata-mata mencari Engkau dan tunduk pada Engkau…andaikan Engkau tidak Ghaib umat tidak akan berbeda-beda dalam memahami dan meyakini Engkau
Menentukan benar atau salah untuk perilaku mungkin lebih mudah, seperti mencuri,memperkosa,membunuh dan kejahatan lainnya semua umat setuju jika perbuatan itu salah…tapi masalah keyakinan terhadap agama tidak bisa dipaksakan…tidak bisa dinyatakan benar atau salah karena bukan tindakan kriminal…




Tuesday, 8 May 2012

Tuhan Itu Tidak Adil

Bagaimana bisa dikatakan Tuhan adil, jika seseorang mendapatkan segalanya dalam hidupnya, sedangkan yang lain hanya mendapatkan hidup yang serba sengsara.

(catatan pinggir)




Saturday, 28 April 2012

Apakah Adanya Tuhan Hanya Klaim??

Jika seseorang berkata kepada anda bahwa ia memiliki hewan peliharaan seekor anjing, anda bisa mempercayainya karena memiliki seekor anjing sebagai hewan peliharaan merupakan hal yang biasa. Selain banyak orang memelihara anjing sebagai hewan peliharaan, anjing juga merupakan hewan yang cenderung mudah dipelihara, jadi kemungkinan besar anda tidak membutuhkan bukti apakah orang itu memiliki anjing atau tidak.


Jika seseorang berkata kepada anda bahwa ia memiliki hewan peliharaan seekor jerapah, kemungkinan besar anda tidak serta-merta mempercayainya karena jerapah sebagai hewan peliharaan merupakan hal yang tidak biasa dipelihara/dimiliki orang. Selain orang tidak biasa memelihara jerapah sebagai hewan peliharaan, jerapah juga merupakan hewan yang sulit dipelihara karena membutuhkan makanan, kandang, dan lingkungan yang cukup berbeda dibandingkan jika orang memelihara anjing. Selain itu, sejauh yang bisa ditemukan jerapah hanya dipelihara dalam kebun binatang atau berkeliaran di alam bebas. Oleh karena itu, kemungkinan besar, jika anda seorang skeptik anda membutuhkan bukti apakah orang itu sungguh-sungguh memiliki jerapah sebagai hewan peliharaan atau tidak.

Jika ada orang lain berkata bahwa ia memiliki atau pernah melihat seekor anjing atau jerapah yang bisa terbang, maka pada konteks inilah orang harus bersikap skeptis terhadap klaim orang tersebut karena sejauh ini belum ada orang yang pernah memiliki atau melihat anjing atau jerapah yang bisa terbang, tidak seekor pun. Oleh karena itu, orang bisa menganggap jika klaim tersebut adalah omong kosong, entah orang itu mengalami delusinasi ataupun ingin membuat heboh sehingga menyebabkan popularitas dan banyaknya uang yang mengalir ke kantong si pembuat klaim tersebut.

Sekalipun ada beberapa orang atau banyak orang mengklaim jika mereka memiliki atau pernah melihat anjing atau jerapah terbang, maka klaim mereka harus diperhadapkan terhadap berbagai bukti yang didasarkan pada akal sehat. Jika berbagai bukti mengatakan hal yang bertolak belakang dengan klaim mereka, maka mereka mengalami halusinasi kolektif. Atau, sekalipun anda “merasa” pernah melihat seekor anjing atau jerapah yang bisa terbang, namun anda meragukan “penglihatan” anda, maka anda perlu mengevaluasi “penglihatan” anda terhadap berbagai data dan bukti yang didasarkan pada akal sehat. Selain itu, anda perlu menguji klaim anda tersebut terhadap pandangan para ahli binatang. Artinya, anda perlu bertanya kepada para ahli binatang, apakah ada anjing atau jerapah yang bisa terbang. Jika semua bukti tersebut mengatakan hal yang bertolak belakang dengan klaim anda, namun anda tetap mempertahankan klaim anda, maka anda mengalami delusinasi.

Orang memelihara anjing adalah klaim biasa dibandingkan dengan orang yang mengklaim memiliki atau pernah melihat seekor anjing atau jerapah terbang. Klaim yang kedua disebut sebagai klaim luar biasa karena tidak didukung oleh berbagai bukti relevan. Oleh karena itu, klaim luar biasa membutuhkan bahkan mengharuskan bukti yang luar biasa. Artinya, klaim luar biasa harus didukung oleh bukti-bukti yang juga luar biasa. Dengan demikian, bebannya terletak pada orang yang mengutarakan klaim yang luar biasa karena ia (mereka) harus mendukung klaimnya dengan bukti yang luar biasa.

Lalu sekarang, bila ada seseorang yang mengklaim telah bertemu dengan Tuhan apakah kita juga memerlukan bukti-bukti relevan?? Atau kita hanya perlu bersikap skeptis terhadap klaim tersebut??


Saturday, 28 January 2012

Ternyata Tuhan Sudah Tidak Berdaya Lagi


Apa yang anda rasakan saat melihat anak kelaparan ini? Sedih? Haru? Meneteskan air mata?

Lalu apa yang terpikir oleh anda? Apakah itu ujian dari Tuhan untuk dia? Dosa apakah yang telah diperbuat oleh anak manusia yang terlahir dari kaum marginal ini? Apakah anak ini pernah korupsi? Atau melakukan perbuatan maksiat dan seterusnya? Sehingga Tuhan langsung mengazabnya melalui kelaparan dan busung lapar?

Apakah anda lupa janji Tuhan bahwa 4 perkara sudah ditentukan Tuhan sejak azali di luh madfuz?
Bahwa rejeki, jodoh, nasib peruntungan dan maut itu sudah ditentukan Tuhan begitu manusia dilahirkan.

Singkatnya sudah ada grand desain atau master plan Tuhan untuk setiap manusia.

Pertanyaannya adalah, benarkah Tuhan menjamin bahwa setiap manusia ada rizkinya? Mungkin anda akan menjawab: "tentu saja rizki harus didapatkan dengan usaha yang diserati doa. Jika hanya diam tentu rizki itu tidak akan diberikan Tuhan.”

Lho apa bedanya usaha dengan takdir Tuhan?
Jika akhirnya hasil akhirnya ada pada usaha manusia?
Pertanyaan yang harus direnungkan, kenapa ada banyak manusia miskin yang busung lapar akhinya meninggal karena kelaparan?

Dan masih banyak kejadian nyata bahwa jaminan terhadap 4 perkara itu tidak terbukti dalam kenyataan. Banyak juga orang mati kelaparan. Banyak juga orang mati karena stress tidak sanggup menanggung derita dan beban hidup. Banyak juga manusia yang mati tanpa jodoh sampai akhir hayatnya. Dan seterusnya.

Nah, apakah itu bukti kinerja Tuhan yang kita elu-elukan sebagai Pejabat Alam Semesta yang kredibel selama ini? Apakah itu bukti Tuhan yang kita yakini Maha Bisa dan Maha Penolong selama ini. Kenapa Dia tidak langsung menolong balita yang kelaparan ini? Yang kita saja sebagai manusia begitu tersayat melihatnya? Kenapa Tuhan hanya diam saja? Apakah Tuhan benar-benar sudah tidak berdaya?



Saturday, 31 December 2011

Saya Menemukan Akun Facebook Tuhan

Saya benar-benar tidak mengerti, tiap kali saya membuka dan membaca status-status yang bermunculan di facebook, selalu saja banyak keluhan-keluhan dan do'a-do'a pada Tuhan. Seperti yang ini "oh Tuhan mengapa cobaan yang Engkau berikan saat ini berat sekali", atau yang begini "berikan aku kesabaran menghadapi rintangan ini ya Tuhan". Apalagi pada tahun baru kali, semua orang ramai sekali bahkan seperti berlomba-lomba menulis status di facebook yang berisi do'a yang bermacam-macam, entah do'a apa saja yang ditulis. Ada yang meminta pada Tuhan "semoga tahun baru ini Tuhan memberi kelancaran rizqi kepada ku", atau "semoga Tuhan mengabulkan semua keinginan ku pada tahun baru ini, amin", dan masih banyak yang lain.

Yang saya tidak mengerti, mengapa sekarang facebook berubah menjadi tempat mengeluh dan berdo'a.? Apa memangnya Tuhan sekarang telah punya akun facebook.? Sehingga Tuhan harus datang ke warnet untuk online agar bisa membaca keluhan-keluhan dan do'a-do'a manusia.?

Kalau ingin rizqi bertambah lancar, kalau ingin nasib berubah menjadi lebih baik atau yang lain, Kok facebook yang ditulisi "mudah-mudahan ini-itu", "semoga bagini semoga begitu". Mengapa tidak berpikir apa yang musti diperbaiki dan segera bergegas berusaha mengerjakanya.! (baca juga: mengapa saya berhenti berdo'a)

Apakah itu karena dalam sembahyang, sholat, atau ritual-ritual agama, Tuhan sudah tidak mau lagi mendengar keluhan dan do'a-do'a manusia.? Atau, apakah memang karena sekarang Tuhan benar-benar punya akun facebook.? Kalau anda tahu, mohon segera beritahu saya, karena saya juga akan add facebook Tuhan untuk menjadi teman saya.