Translate

Sunday, 1 January 2012

10 Alasan Kenapa Setan Lebih Baik Dari Manusia

Tahukah anda, apa yang menyebabkan manusia ada dibumi ini.? Sebabnya adalah karena ada setan.! Kok bisa.? Iya bisa, coba anda bayangkan, seandainya saja tidak ada setan, pasti Hawa tidak akan terbujuk rayuan setan untuk memakan buah yang dilarang oleh Tuhan, yang membuat dia dihukum diturunkan kebumi. Kalau saja Hawa tidak memakan buah itu, mungkin bumi ini tidak akan ada manusianya. Jika tidak ada setan, mungkin tidak akan ada Muhammad yang di utus Tuhan untuk menjadi nabi. Jika tidak ada setan, mungkin saya tidak akan iseng nulis begini. Jika tidak ada setan, mungkin anda tidak akan pernah membaca tulisan-tulisan di blog ini.

Itulah mengapa setan telah berjasa baik kepada manusia. Tidak hanya itu, yang berikut ini adalah beberapa alasan mengapa setan itu lebih baik dari pada manusia :

01. Pantang menyerah
Setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia banyak yang mudah menyerah dan mengeluh

02. Selalu Berusaha
Setan akan mencari cara apapun untuk menggoda manusia dan agar tujuannya tercapai. selalu kreatif dan penuh ide. Sedangkan manusia ingin enaknya saja, banyak yang malas berusaha.

03. Konsisten
Setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaanya, tak pernah mengeluh dan berputus asa. Ketika belum berhasil menggoda manusia saat ini, dia akan terus berusaha lagi, dan tidak mau berganti profesi yang lain. Sedangkan manusia, banyak yang mengeluhkan pekerjaannya, lalu berganti mencoba pekerjaan yang lain, padahal banyak manusia lain yang masih ngaggur.

04. Solider
Sesama setan tidak pernah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. Sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling bunuh dan menyakiti.

05. Tanpa Pamrih
Setan itu bekerja 24 Jam tanpa mengharapkan imbalan apapun. sedangkan manusia, mengerjakan apapun minta dibayar.

06. Suka berteman
Setan adalah mahluk yang selalu ingin berteman, berteman agar banyak temannya di neraka kelak. Sedangkan manusia banyak yang lebih memilih mementingkan diri sendiri dan egois.

07. Taat
Hanya sujud/menyembah kepada Tuhan. Sejak diciptakan hingga sekarang, setan tidak pernah sujud kepada makhluk lain, selain kepada Tuhan. Karena itulah setan menolak ketika harus sujud kepada Adam. Beda dengan manusia, manusia kadang taat kepada Tuhan, kadang mengeluh, kadang protes, kadang juga membangkang.

08. Menguasai Segala Bahasa
Dengan pekerjaan yang harus menggoda seluruh umat manusia di dunia, tentunya setan menguasai segala bahasa, baik dari negara manapun & suku bangsa apapun. Tidak hanya itu, setan juga bisa berkomunikasi dgn siapapun, malaikat bahkan Tuhan.

09. Sanggup Menembus Batas Ruang & Waktu
Ini adalah salah 1 skill yg dimiliki setan, bisa seenaknya nyelip ke bagian-bagian tertentu hingga ke sudut-sudut ruangan yang kosong, jangankan ruangan kosong pada gedung, dalam tubuh manusia pun sanggup dilaluinya. Adakah manusia yang bisa menembus batas ruang & waktu. Jika ada, mungkin Jakarta nggak akan pernah macet

10. Setan Lebih Tabah
Setan nggak pernah mengeluh dilahirkan menjadi setan. Padahal dia tahu bakal masuk neraka, dia tetap saja menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin, tidak pernah bermalas-nalasan, tidak pernah putus asa. Karena saya belum pernah mendenger berita setan bunuh diri karena putus asa. Beda dengan manusia, di kasih cobaan sedikit langsung ngeluh ujung-ujungnya bunuh diri.


Saturday, 31 December 2011

Saya Menemukan Akun Facebook Tuhan

Saya benar-benar tidak mengerti, tiap kali saya membuka dan membaca status-status yang bermunculan di facebook, selalu saja banyak keluhan-keluhan dan do'a-do'a pada Tuhan. Seperti yang ini "oh Tuhan mengapa cobaan yang Engkau berikan saat ini berat sekali", atau yang begini "berikan aku kesabaran menghadapi rintangan ini ya Tuhan". Apalagi pada tahun baru kali, semua orang ramai sekali bahkan seperti berlomba-lomba menulis status di facebook yang berisi do'a yang bermacam-macam, entah do'a apa saja yang ditulis. Ada yang meminta pada Tuhan "semoga tahun baru ini Tuhan memberi kelancaran rizqi kepada ku", atau "semoga Tuhan mengabulkan semua keinginan ku pada tahun baru ini, amin", dan masih banyak yang lain.

Yang saya tidak mengerti, mengapa sekarang facebook berubah menjadi tempat mengeluh dan berdo'a.? Apa memangnya Tuhan sekarang telah punya akun facebook.? Sehingga Tuhan harus datang ke warnet untuk online agar bisa membaca keluhan-keluhan dan do'a-do'a manusia.?

Kalau ingin rizqi bertambah lancar, kalau ingin nasib berubah menjadi lebih baik atau yang lain, Kok facebook yang ditulisi "mudah-mudahan ini-itu", "semoga bagini semoga begitu". Mengapa tidak berpikir apa yang musti diperbaiki dan segera bergegas berusaha mengerjakanya.! (baca juga: mengapa saya berhenti berdo'a)

Apakah itu karena dalam sembahyang, sholat, atau ritual-ritual agama, Tuhan sudah tidak mau lagi mendengar keluhan dan do'a-do'a manusia.? Atau, apakah memang karena sekarang Tuhan benar-benar punya akun facebook.? Kalau anda tahu, mohon segera beritahu saya, karena saya juga akan add facebook Tuhan untuk menjadi teman saya.



Dosa Besar Bagi Yang Merayakan Tahun Baru

Mengapa saya mengatakan dosa besar bagi yang merayakan tahun baru.?

Coba kita saksikan saja, setiap kali datang pergantian tahun baru, tidak peduli itu anak-anak, para pemuda, maupun orang-orang tua, semua menyibukkan diri mengadakan perayaan dan pesta pora, menghambur-hamburkan uang, para anak muda berarak-arakan mengadakan konvoi motor dengan suara bising yang juga mengganggu kenyamanan lalulintas. Macet dimana-mana, kecelakaan banyak terjadi, sampah akibat pesta-pora berserakan, muncul jambret-jambret ditempat keramaian.



Kalau itu yang terjadi karena perayaan tahun baru, apakah masih ada manfaatnya merayakanya.? Bukankah menghambur-hamburkan uang, membuat bising, membikin kemacetan, membikin kotor tempat-tempat umum, dan lain-lain adalah tindakan bodoh yang mubadzir.!

Mengapa tidak disedekahkan saja uang yang dihambur-hamburkan tersebut kepada orang-orang yang tidak mampu. Saya yakin disekitar kita banyak sekali yang masih hidup dalam kekurangan. Bukankah membantu sesama itu akan medapatkan pahala.!

Jadi, menurut saya merayakan tahun baru itu memang dosa besar. Entah menurut anda?


Mengapa Tidak Perlu Merayakan Tahun Baru

Banyak hal yang mungkin disiapkan oleh berbagai pihak untuk merayakan tahun baru kali ini, mulai dari mall, hotel, pub, hotel dan banyak tempat lagi. Mulai dari permainan kembang api, party diberbagai tempat, konser musik, sekedar nongkrong dipinggir jalan dan banyak hal lagi yang dilakukan berbagai jenis manusia di muka bumi ini. Tidak sedikit juga yang mempersiapkan diri untuk punya acara sendiri masing-masing, bersama teman atau keluarga atau pasangan. Semuanya punya persiapan masing-masing. Bagaimana dengan anda sendiri?

Berbagai jenis kegiatan bisa disaksikan di televisi dan berbagai media lainnya. Saya melihat pada saat zaman penjajahan, dimasa akulturasi budaya mulai masuk ke Indonesia, perayaan tahun baru ala masyarakat eropa mulai dikenal Indonesia, yang kemungkinan dahulu hanya mengenal tahun baru Islam yang ditandai berubahnya tanggalan menjadi 1 muharram atau tahu baru Jawa dengan 1 Suro nya. Selain itu almanak tionghoa juga mengenal Imlek untuk perayaan tahun barunya. Esensi tahun baru masehi, kalau dilihat dari berbagai sumber lebih mengarah kepada semangat kumpul bersama antar keluarga besar berkunjung dan bersilaturahmi untuk kumpul bersama dan makan malam bersama sambil sama-sama bernyanyi dan bermain musik.

Bagaimana dengan keadaan saat ini. Terlihat lebih hura-hura dengan jumlah uang yang besar. Hedonisme? Silakan membentuk opini anda sendiri karena saya bukan sosiolog. Banyak hal yang juga cukup mengganggu pada saat pelaksanaan tahun baru. Kita bisa menyaksikan kehebohan besar saat perayaan tahun baru di mana-mana. Konser besar meriah diadakan disana dengan mendatangkan berbagai artis top ibukota uuk bernyanyi. Puluhan ribu penonton berjubel untuk menonton pertunjukan tersebut. Saya yakin, kebahagiaan dan kesenangan bercampur aduk jadi satu disana. Semua orang senang dan puas setelah menyksikan acara tersebut.

Tapi keesokan hari setelah acara berlangsung, masalah kembali muncul. Ratusan kilogram sampah juga menghiasi tempat tersebut. Pengunjung yang datang untuk menikmati keindahan pantai menjadi resah. Pihak pengelola sudah berusaha menyediakan tempat sampah. Tapi apakah para penonton bisa sadar bagaimana sebaiknya mereka mengelola sampah dirinya sendiri. Sudah disiapkan tempat sampah, tapi apakah itu akan cukup untuk orang sebanyak ini? Pengelola sendiri mengerahkan banyak orang petugas pembersih sampah dan itu bisa diselesaikan  berhari-hari.

Beberapa kerusuhan menyangkut tahun baru juga sering terjadi di Indonesia, kecelakaan akibat konvoi kendaraan, dan lebih miris lagi di ternate, terjadi kebakaran akibat beberapa anak yang membakar petasan dan mengenai petasan lain yang dijajakan dipinggir jalan, ledakan besar tersebut akhirnya mengenai beberapa toko dan rumah. Belum lagi fenomena lain yang cukup menyedihkan. Angka penjualan obat kuat meningkat dan penjualan kondom juga meningkat dan pembelinya adalah remaja yang belum menikah. Banyak yang bilang miris, tapi siapa yang perduli? Tetap saja masalah ini setiap tahun berlangsung. Siapa yang wajib mengawasi? Banyak hal lain yang terjadi disaat pergantian tahun baru, segi positif maupun negatif.

Banyak yang bilang, pergantian tahun dimaknai dengan instropeksi selama 1 tahun kebelakang, tentang segala yang telah dilakukan dan bagimana pencapaian resolusi 1 tahun kebelakang. Tapi kenapa hal tersebut harus dilakukan pada saat akhir tahun? Kenapa tidak setiap hari? Haruskah menyiapkan strategi di setiap awal tahun? Ada banyak hal positif dan negatif yang telah dilakukan dan bisa saja terlupa. Bahagianya rakyat Indonesia jika semuanya bisa intropeksi dengan banyak kejadian yang sudah dilewatkan. Jangan lupa panjatkan doa untuk mengawali kegiatan di tahun ini dan berharap semuanya akan lebih baik. Semoga perayaan tahun baru memberikan kesenangan sepanjang tahun.